Aktivis Mahasiswa Militant Idealis Garis Keras

gal928447861Pasca reformasi 1998 mahasiswa dan gerakannya sampai pada hari ini mengalami penurunan drastis dan semakin layu tidak berkembang. Pragmatisme ditubuh gerakan mahasiswa saat ini begitu kuat dan mengakar. Ditambah cengkraman partai politik yang berafiliasi kuat dengan gerakan mahasiswa pada memhari ini membuat dunia gerakan mahasiswa mengalami degradasi daya kritis, idealis dan idiologisnya.

Lihat saja fenomena yang ada pada hari ini, dimana turun kejalannya mahasiswa dalam berdemonstrasi sudah tidak lagi dianggap heroik oleh masyarakat. Kebodohan gerakan mahasiswa hari ini adalah ketidak mampuan mereka dalam menjaga kredo dan paradigma juga integritas gerakannya untuk menjaga nilai-nilai ketulusan dan keluhuran tindakan yang didasari atas nurani.

Aksi mahasiswa begitu banyak ditunggangi kepentingan politik partai tertentu. Gerakan mahasiswa banyak dimanfaatkan pada momen-momen pemilu dan pilkada. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap netralitas dan independensi mahasiswa dalam menyikapi isu politik nasional semakin berkurang. Budaya malas belajar semakin menjadi tradisi dan menjadi mainstream dalam kesehariannya.

Gerakan mahasiswa pada hari ini hanya mampu sekedar untuk eksis saja namun inkonsistensi dalam menyuarakan aspirasi dan mengawal isu-isu nasional. Mahasiswa-mahasiswa yang aktif didunia gerakan mahasiswa-pun jauh dari sosok-sosok idealis-idiologis, berjiawa militan kritis dan bergerak dinamis. Mereka banyak bersikap pragmatis, mau bekerja jika ada uang dan apatis terhadap isu nasional. Kita semakin jarang melihat mahasiswa yang upgrading oriented tapi kita banyak melihat mahasiswa yang study oriented meskipun mereka aktif digerakan mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang aktif digerakan mahasiswa tapi bersikap dogmatis bukan pembelajar. Sehingga potensi maksimal mereka yang berstatus mahasiswa kaum intelektual muda tidak terlihat sebagai cikal bakal generasi perubahan negeri ini. Jika dibandingkan dulu dengan sekarang maka akan kita lihat sesuatu yang hilang pada diri aktivis gerakan mahasiswa hari ini yaitu idealisme mereka sebagai mahasiswa. Dulu kita akan banyak melihat aktivis-aktivis yang dalam seminggu tidak pulang kerumah mereka sibuk kajian, berdiskusi dan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Mereka menyibukkan hari-harinya dengan membaca, berdikusi, mengikuti pelatihan untuk mengupgrade diri membangun mental dan melejitkan potensi. kita juga akan banyak melihat aktivis-aktivis yang tidak takut di drop out oleh pihak kampus karena berani kritis terhadap kebijakan kampus. Tapi pada hari ini bisa kita lihat, banyak aktivis yang hari ini sibuk memikirkan IPK. Nampaknya mental pejuang sudah terbuang yang ada mental pecundang.

Ketika militansi sudah menghilang, ketika tradisi intelektual seperti membaca, menulis dan berdiskusi tidak dijadikan sebagai mainsteram gerakan. Maka bisa dipastikan para aktivis mahasiswa yang aktif diorganisasi-organisasi mahasiswa seperti KAMMI, GMNI, PMII, HMI dan sebaginya hanya akan menjadi individu-individu kerdil dan hanya sekedar eksis saja tanpa ada pemaknaan dan kebanggaan sebagai aktivis gerakan mahasiswa. Mari kita menjadi aktivis mahasiswa militan idealis garis keras.

abdul hajad
aktivis kammi djuanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s