Muktamar KAMMI VIII : Menantikan Kepemimpinan Progressif

imageskk

Muktamar KAMMI Ke-VIII

Hari ini tepat Kamis tanggal 30 Mei 2013 Muktamar KAMMI Ke-VIII akan berlangsung hingga 5 Juni 2013 bertempat di Universitas Terbuka Kota Tangerang Selatan. Agenda ini akan dihadiri delegasi pengurus seluruh wilayah di Indonesia dari sabang sampai merauke, dari timur ke barat, dari Jakarta hingga Irian Jaya. Agenda yang sempat diundur dan ditunda waktu dan tempatnya ini memang menjadi agenda akbar KAMMI yang rutin diadakan 2 tahun sekali sebagai ajang pemilihan pemimpin dan pembentukan struktur baru pegurus pusat.

Susana menjelang muktamar beberapa hari belakangan sangat panas dimana digroup pengurus KAMMI Se-Indonesia terjadi adu argument, perdebatan dan perang dialektika begitu ramai. Dari kritikan, ajakan dan himbauan, ide-ide gagasan yang membangun, harapan, opini, cacian hingga makian yang anarkis terlontarkan dari para kader kammi lewat statmentn-statmenya digroup.  Dari cara pandang organisasi tentu dinamika seperti itu hal yang wajar  dan normatif saja.

Sebagai kader baru di KAMMI, saya hanya mengamati dan mencoba memfilter dari apa yang saya dapatkan dan temui dilapangan tentang kondisi KAMMI pada hari ini. Sebagai orang baru diorganisasi besar seperti KAMMI, tentu saya harus mengetahui sejarah dan latar belakangan sepak terjang KAMMI selama ini sebelum memberikan statment agar tidak membuat susana semakin keruh. Lebih baik diam dari pada berbicara tapi salah mungkin itu sangat pas untuk saya.

Dengan begitu setiap statment yang keluar dari seorang kader kammi apalagi yang masih baru seperti saya tidak salah kaprah. Sebab Statment yang terlontar tentunya harus bisa dibuktikan dengan fakta dan juga dapat dipertanggung jawabkan secara organisasi. Namun melalui tulisan singkat ini saya akan mencoba menuangkan harapan saya untuk KAMMI kedepannya.  Bagi saya timing yang ada saat ini sangat pas yaitu bertepatan dengan Muktamar KAMMI Ke-VIII dimana dalam muktamar ini akan menetukan sepak terjang KAMMI 2 tahun kedepan.

Transformasi yang selama ini ada di KAMMI sudah sangat luar biasa dari konsep gerakan dan prinsip yang jadi slogan perjuangan jika kita lihat dari awal kemunculan KAMMI hingga pada hari ini. Dari oposisi kebthilan ke muslim negarawan dari dakwah jalanan ke dakwah parlemen sudah membuat KAMMI pada hari ini sangat kuat posisinya ditubuh gerakan mahasiswa. KAMMI juga berhasil melahirkan tokoh-tokoh muda yang energik dengan gagasan-gagasan progressif konsep bernegarawan sebut saja Fahri Hamzah dan Andi Rahmat.

Dengan usianya yang masih seumur jagung baru menginjak usia ke-15 tahun belum lama ini. Dibandingkan dengan gerakan mahasiswa lain seperti HMI, GMNI, PMII dan lainnya tentu KAMMI tidak ada apa-apanya. Namun secara gerakan KAMMI sangat diakui eksistensinya secara historis dan idiologisnya dan mempunyai ciri dan identitas tersendiri. Dengan idiologi perjuangan yang jelas dan memiliki manhaj pergerakan yang jelas KAMMI menjadi fenomenal dalam setiap diskusi sejarah  gerakan mahasiswa.

Saya berharap agenda muktamar ini bisa dijadikan sarana perbaikan dari tingkat hulu dan hilir ditubuh KAMMI. Jangan sampai agenda ini hanya sebagia ajang beradu dialektika dan mengumbar retorika, ataupun agenda rutin ritual 2 tahunan proses pergantian strutur dan kepemimpinan saja di tubuh KAMMI dengan memilih seseorang yang akan memimpin KAMMI 2 tahun kedepan. Tentu sebagai kader kita tidak menginginkan itu terjadi.

Saya juga berharap agenda muktamar ini bisa menghasilkan terbentuknya struktur kepemimpinan yang kuat dan progressif di tubuh pengurus pusat. Sehingga memiliki bargning yang kuat dan melahirkan ketokohan yang  bisa menjadi teladan seluruh pengurus baik tingkat wilayah, daerah dan komisariat. Kepengurusan pusat yang rajin blusukan kesetiap komisariat yang ada di seluruh Indonesia bukan hanya ke daerah saja. Kepemimpinan yang kuat akan pembangunan kesolidian diinternal pengurus yang harmonis dan dinamis.

Saya melihat problematika ditubuh KAMMI sangat kompleks, dari independensi gerakannya, kwalitas  para kadernya, intensitas gerakannya dan kerapihan manajerial struktur organisasinya  semua masih rapuh dan terabaikan. Dan setiap wilayah, daerah dan komisariat memiliki problematika yang berbeda-beda. Tentunya dibutuhkan kepemimpinan progressif untuk meminimalisai problematika yang ada. Minimal semua harus dibangun dari dasar kefahaman tentang manhaj gerakan KAMMI. Pembangunan sdm (kader-kader) KAMMI tentu menjadi prioritasnya, jangan sampai KAMMI hanya bisa merekrut tanpa bisa membina.

Masa depan KAMMI bukan ditentukan oleh satu orang saja. Sebab kerja organisasi adalah kerja kolektif bukan individualistik. Sehebat apapun orang tersebut dan siapapun nanti yang memimpin KAMMI jika tdk mampu membangun kepemimpinan yang kuat dan struktur pengurus yang tangguh dan progressif saya yakin perubahan yang dinantikan banyak kader KAMMI tdk akan pernah terealisasi. Saya yakin wajah pengurus pusat bisa terlihat ditingkat komisariat dan daerah bagaimana kondisinya pada hari ini. Kwalitas kadernya, intensitas gerakannya dan juga kerapihan manajerial struktur organisasinya. Salam muslim negarawan.

Oleh : Abdul Hajad
Dept. Humas KAMMI Komisariat Djuanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s