Pena Pemberontak Part.1 : SBY Penghianat Rakyat!

imagesTerpilihnya presiden sby sebagai ketua umum partai demokrat belum lama ini tentunya mengagetkan banyak kalangan. Dari akademisi hingga rakyat kecil, dari kafe dan restoran elite hingga warung kopi banyak mendiskusikan hal ini. Dari rakyat biasa hingga elit pejabat negeri ini sibuk membahas berita ini. dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga pun ikut meramaikan berita terpilihnya sby sebagai ketum partai demokrat. Yang memang menurut saya akan selalu menarik dan sangat asyik didiskusikan hingga pada hari ini. Lantas ada yang salahkah?

Ya saya katakan ada, dalam hal ini rakyat dan partai demokrat tidak bisa disalahkan, tapi sby-lah yang wajib disalahkan karena tidak mampu bertindak tegas. Sby malah bersedia dipilih sebagai ketum partai demokrat, harusnya sby bisa bertindak tegas dengan menolaknya. Terpilihnya presiden SBY sebagai ketum partai demokrat dalam Kongres luar biasa (KLB) partai demokrat belum lama ini di Bali  memang menjadi pemberitaan utama dimedia-media baik dimedia elektronik seperti televisi, radio dan juga media cetak (koran). Para pengamatpun saling berasumsi dan memberikan opini, ada yang mengkritisi, mendukung dan ada juga yang netral menanggapi isu ini.

Dan rakyat sebagai civil society tentu menjadikan berita ini sebagai tranding topick dalam setiap harinya sebab isu ini sangat menarik untuk dibahas. Bukan partai demokrat yang seksi dalam isu ini sebenarnya, tapi sby-lah yang seksi yaitu statusnya sebagai orang nomor satu direpublik ini tentu sangat mengagetkan banyak kalangan kenapa bisa sby yang terpilih sebagai ketum partai demokrat. Tentunya tidak pantas jika seorang presiden rangkap jabatan sebagai ketum partai apapun argumentasinya. Sebab pilpres dan pemilu 2014 masih cukup lama masih satu setengah tahun lagi, sby harusnya fokus mengurusi negara bukan malah sibuk mengurusi partai.

Menurunnya elektabilitas partai demokrat yang signifikan dalam survei-survei yang dilakukan lembaga survei nampaknya menjadi hal yang menggangu tidur sby setiap malamnya. Ditambah mungkin saja laporan-laporan dari anak buahnya di partai demokrat tentang kondisi internal partai yang kritis membuat sby harus turun tangan. Sebagai majelis tinggi partai itu wajar saja jika sby juga ikut membantu menyelesaikan permasalahan partainya. Mengingat sby sebagai founding father (pendiri) partai demokrat. Namun yang harus kita kritisi bersama adalah kenapa harus sby yang menjadi ketum partai demokrat.

Jika hanya sekedar membantu partai demokrat untuk keluar dari krisis berkepanjangan mungkin masyarakat akan memahami. Akan tetapi jika sby yang dipilih untuk memimpin partai demokrat dan yang sangat disayangkan lagi sby bersedia, tentu ini akan sangat menyakiti hati rakyat. Sebab sby tidak akan bisa fokus, negeri ini masih dibelit banyak persoalan dari tingkat kemiskinan yang masih tinggi, kesenjangan sosial, korupsi, ketidakadilan hukum dan sebagainya jika disebutkan satu persatu tentu tidak akan muat dalam tulisan singkat ini.

Bukankah sby sendiri pernah mengatakan kepada menteri-menterinya untuk fokus mengurus negara bukan partai. Tapi kenapa sby seakan menjilat ludahnya sendiri, inilah yang sangat disayangkan banyak kalangan terutama dikalangan para pengamat politik dan ditubuh gerakan mahasiswa. Karena tidak pantas seorang pemimpin negara yang harusnya fokus bekerja untuk rakyatnya malah sebaliknya sibuk bekerja untuk partainya. Sama saja sby menghianati rakyat demi partai demokrat. Sungguh ironi!

Dengan alasan dan argumentasi apapun bagi saya selaku mahasiswa tidak pantas jika seorang presiden masih sibuk mengurusi partainya selagi dia masih menjabat sebagai pemimpin negara. Harusnya sby melepaskan baju kepartaiannya dan mengganti bajunya dengan baju rakyat Indonesia, karena Sby adalah milik rakyat bukan partai demokrat. Apapun dan siapapun orang itu jika dia dipilih rakyat melalui mekanisme yang formal dalam negeri ini yaitu sistem pemilu maka dia harus melepaskan embel-embel partainya, mengindependenkan dirinya, dan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali bukan segelintir orang dipartainya. Sby milik rakyat bukan partai demokrat itu yang harus kita tegaskan bersama!

Namun nasi sudah menjadi bubur, sby telah mengambil keputusannya, dia bersedia dipilih sbg ketum partai demokrat. Kita bisa melihatnya sendiri, jadi sudah jelas beginilah kualitas seorang pemimpin dinegeri ini seperti apa. Rakyat haru kritis dalam hal ini tentu rakyat yang paling drugikan dalam hal ini sebab rakyat yang jadi korban terbesar efeknya nanti. Isu kenaikan BBM belakangan ini menjadi bukti nyata sby tidak lagi berpihak untuk rakyat. Penghianatan sby kepada rakyat sangat jelas dalam isu kenaikan BBM ini. Gerakan mahasiswa harusnya bisa mengangkat isu ini lebih massif dan progressif untuk menyuarakan penolakan terhadap isu ini.

oleh : abdul hajad
departemen humas kammi komisariat djuanda 2013-2014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s