Menjaga Independensi Gerakan Mahasiswa Menjelang Tahun Politik 2014

555019_448016805277626_1668066651_nMenyongsong  tahun politik pemilu Legislatif dan Pilpres 2014 yang tinggal sebentar lagi membuat iklim politik dinegeri ini sudah mulai panas. Sejumlah partai politik sudah massif bergerak untuk menghidupkan mesin-mesin politiknya . Setiap partai politik dinegeri ini sudah aktif menyiapkan instrumen-instrumen politiknya masing-masing secara intens dalam eskalasi yang besar. Semua partai politik sudah mulai sibuk bergerak secara progressif dalam rangka menarik simpati masyarakat.

Bendera-bendera sudah mulai terpasang dimana-mana, pencitraan dan membangun popularitas tidak ketinggalan dipropagandakan. Dan yang tidak ketinggalan salah satunya adalah menyiapkan gerakan massa. Gerakan massa merupakan instrument politik yang sangat efektif dalam memainkan isu-isu juga opini dan propaganda untuk menarik simpati dan basis dukungan masyarakat seperti gerakan buruh, ormas dan lainnya. Salah satu gerakan massa yang pastinya akan menjadi target utama adalah gerakan mahasiswa.

Gerakan mahasiswa merupakan gerakan massa yang begitu banyak diminati partai politik beberapa tahun belakangan ini. Kenapa? Sebab secara gerakan, mahasiswa sangat efektif-progressif dan diyakini beberapa partai politik dinegeri ini bisa memainkan isu-isu politik untuk menjatuhkan lawan-lawannya. Itu semua tidak bisa dinafikkan dengan sejumlah aksi mahasiswa yang memang dimainkan oleh partai tertentu seperti aksi-aksi mahasiswa disejumlah Pilkada, isu kudeta presiden SBY dan lainnya dimana mahasiswalah yang menjadi aktor lapangannya.

Maka menjelang pemilu 2014 banyak partai-partai politik yang memiliki cengkraman kuat dengan gerakan mahasiswa sudah mulai merangkul dan mencoba memainkan dan memanfaatkan gerakan mahasiswa sebagai basis pergerakan dukungan. Banyaknya partai politik yang merangkul gerakan mahasiswa dalam hal ini sangat normatif mengingat banyak gerakan mahasiswa yang memang berafiliasi dengan partai politik tertentu sehingga secara psikologi, emosi dan ambisi tidak bisa dipisahkan dalam hal ini.

Sebut saja beberapa gerakan mahasiswa seperti HMI yang berafiliasi dengan partai Golkar dan Partai Demokrat, PMII dengan PKB dan PPP, GMNI dan Gerakan Mahasiswa Kiri dengan PDIP dan Gerindra, IMM dengan PAN, juga KAMMI dengan PKS. Dan masih banyak gerakan mahasiswa yang lain yang secara nyata memang tidak terlihat condong kesalah satu partai namun secara  gerakan kita akan mudah membaca dan terpetakan kemana basis dukungan gerakan mahasiswa tersebut ditujukan.

Namun, mahasiswa harus berani mengatakan yang hitam itu hitam dan yang putih itu putih. Katakan bathil tetap bathil karena mahasiswa adalah oposisi kebathilan. Gerakan mahasiswa tidak boleh dikendalikan atau dijadikan mesin politik oleh partai taertentu, meskipun ada keterkaitan dari segi idiologis dan historisnya. Mahasiswa harus mampu menjaga idealismenya untuk tidak memihak pada siapapun selain rakyat karena mahasiswa adalah kaum terpelajar yang berfikiran kritis bukan matrealis. Mahasiswa jangan sampai dijadikan alat untuk merebut kekuasaan.

Mahasiswa adalah garda terdepan perjuangan rakyat melawan rezim-rezim busuk dan bobrok dinegeri ini. Mahasiswa harus mengedepankan sikap kritis-idealis-reformis demi menjaga aspirasi rakyat. Maka dari itu sudah seyoganya gerakan mahasiswa harus bisa menjaga independensi gerakannya untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Mahasiswa dalam pergerakannya menjelang tahun politik 2014 haruslah tetap murni tidak terkotori. Jangan sampai gerakan mahasiswa terkontaminasi dengan jual beli politik oleh partai tertentu. Netralitas gerakan mahasiswa harus senantiasa dikedepankan sebab mahasiswa adalah agen revolusi bukan agen politisi.

Oleh : Abdul Hajad
Dept. HUMAS KAMMI Djuanda 2013-2014

One thought on “Menjaga Independensi Gerakan Mahasiswa Menjelang Tahun Politik 2014

  1. Reblogged this on KAMMI UNS and commented:
    Mahasiswa adalah garda terdepan perjuangan rakyat melawan rezim-rezim busuk dan bobrok dinegeri ini. Mahasiswa harus mengedepankan sikap kritis-idealis-reformis demi menjaga aspirasi rakyat. Maka dari itu sudah seyoganya gerakan mahasiswa harus bisa menjaga independensi gerakannya untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Mahasiswa dalam pergerakannya menjelang tahun politik 2014 haruslah tetap murni tidak terkotori. Jangan sampai gerakan mahasiswa terkontaminasi dengan jual beli politik oleh partai tertentu. Netralitas gerakan mahasiswa harus senantiasa dikedepankan sebab mahasiswa adalah agen revolusi bukan agen politisi. (Abdul Hajad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s