Butiran Kata Dan Puisiku Untuk KAMMI Djuanda

gambarButiran Kata-Kataku :
Hampir 2,5 bulan sudah aku berada di Kammi Djuanda, banyak hal yang telah aku lalui. Mulai dari aksi bersama, kajian bareng, seminar, syuro, debat, dan yang terakhir kemarin adalah musyawarah kerja.

Sedikit berbeda dengan yang lain, bahwa disini aku bisa merasakan hal-hal yang tidak aku bayangkan sebelumnya, karena ada rasa cinta, benci, dan kasih sayang, serta ketulusan dari seorang teman, pengorbanan finansial dan waktu.  Juga militansi yang hebat dari teman-teman mahad An-Nu’aimy sebab rela berjalan kaki demi ikut hadir dalam agenda musyawarah kerja.

Seiring berjalannya waktu, mungkin terlalu banyak kata dan kalimatku yang mengusik ketenangan hati teman-teman, terlalu banyak lontaran kata dan tindak tandukku yang tidak sejalan dengan ideologi kalian, atau mungkin, karya-karyaku yang tidak kalian sukai.

Karenanya, aku meminta maaf yang sedalam-dalamnya dan sungguh-sungguh kepada kalian, walaupun menurutku itu adalah upaya perbaikan untuk Kammi Djuanda ke depannya.

Butiran Puisi-Puisiku :

Musyawarah Berdarah
Terik Matahari Menyinari rerumputan warna-warni di sekolah itu
Desiran angin yang terkadang menerpa
Awan Putih silih berganti memayungi pagi itu

Ketika segelintir konflik mulai muncul
Terbit diatas permukaan hati kebencian
Tatkala ada Jiwa yang haus akan kemarahan
Menabur amarah ke segala sudut ruangan

Diri ini terkejut
Diri ini terkapar
Diri ini beku membisu akibat ombak masalah
yang tak kunjung selesai mengalir
Melintasi suasana hening dan sunyi
Ku bertanya dalam hati, siapa promotornya?
Promotor kebencian ini

Ya, dia, mungkin saja dia
Atau mereka, atau mungkin kita
Kita? Aku tak menyangka
Buaian Qiyamullail dan Kultum telah usai

Namun Api Kebencian itu masih menyala
Menorehkan segores luka  yang mubazir
Apakah ini dinamakan Musyawarah Berdarah?

Dinding Yang Terhempas
Aku Tak Sanggup Berwajah dua
Aku jua tak menginginkan sayap itu patah
Terbang dengan gelombang yang rendah

Wajah itu hanya sendal jepit
Di injak-injak saat butuh
Setelah selesai?
Terimakasih ya bang…

Aku dinding sabang
Dan kau dinding merauke
Namun kenapa kau mencoret-coret
Bahkan menarik dinding utara dan selatan

Skema apa yang kau inginkan
Terjerembab dalam kenistaan?
Mematahkan papan nama?
Atau Cuma goyang-goyang lidah di depan penguasa?

Raga ini menolak kepalsuan itu
Maaf ibadah bersajak rendah
Menghasilkan paradigma kusut seperti coretan dinding

Langkah kemarin tak ubahnya seperti lalat, hanya mengganggu dan pergi
Namun besok seperti nyamuk, menggigit dan gatal..

Hentakan Dakwah
Gegap gempita suara takbir memenuhi ruang hitam
Memecah kediaman hati yang kering akan ibadah
Memukul air bersama dingin
Kemudian Membangun Kekuatan diatas Pondasi Kebenaran

Mimpi itu berlari mendekatiku
Menjelaskan tentang kabar indah bernama Dakwah
Mengembalikan kemuliaan melalui pergerakan
Bangkit dari diam bergerak atas kepahaman

Inilah Hentakan Dakwah…
Menebar Pesona Harum ke Penjuru Negeri
Mengupas masalah demi masalah

Dengan Solusi islam
Bernada indah bak senyuman dari surga
Dan semua berlomba-lomba menuju padanya
Karena, ini adalah Hentakan Dakwah yang Sesungguhnya..

Oleh : Ahmad Salman Farid
Dept. Kastrat KAMMI Komisariat Djuanda

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s