Mahkota Cahaya (Motivasi Untuk Para Penghapal Al Qur’an)

imagesDi persidangan yang maha luar biasa. Yang di pimpin langsung oleh Allah SWT, memang menjadi persidangan yang begitu menakutkan bagi setiap makhluk terutama yang bernama manusia.

Betapa tidak, di persidangan itulah yang menentukan nasib seluruh manusia, apakah mereka termasuk golongan kanan (yang berarti mereka mujur, dengan surga yang menantikan kedatangannya), atau malah golongan kiri (yang pastinya dia akan bertemu dengan malaikat malik yang kejam tiada pernah senyum). Pada peristiwa itu, tidak ada yang terbetik untuk memikirkan orang di sekitarnya.

Pada ketika itu, sesama saudara tidak lagi saling memikirkan, seorang ibu tidak lagi ingat kepada anaknya, demikian pula sebaliknya. Dikarenakan betapa maha dahsyatnya persidangan tersebut, Allahu akbar. Betapa tidak berdayanya kita sebagai manusia yang begitu lemah dan berlumuran dosa.

Dan pada hari itu, semua manusia dengan penuh harapan menanti- nanti pertolongan atau yang dikenal dengan syafaat. Ya, syafaat dari baginda nabi besar Muhammad rasulullah SAW. Tetapi, syafaat tersebut hanya akan didapatkan bagi mereka yang rajin mengucapkan sholawat atas beliau saja.

Tetapi secara tiba-tiba semua mata terbelalak tertuju kepada satu arah, kagum, terlena karena takjub dengan sesuatu yang membuat hati-hati mereka bergetar dan galau pastinya. Allah SWT, yang memimpin persidangan memanggil sepasang pria dan wanita, yang ternyata sepasang suami istri.

Tapi, ada apa gerangan sehingga Allah memanggilnya, ternyata Allah memberikan hadiah kepadanya.

Hadiah apa???

Subhanallah, ternyata dia (suami istri tersebut) mendapatkan sepasang mahkota dari cahaya yang menyilaukan seluruh mata yang memandangnya, yang membuat semua manusia iri dengan hadiah tersebut, membuat semua manusia terpana dan menimbulkan berjuta pertanyaan.

Apa amalnya,? Sehingga mendapatkan penghargaan semulia itu?

Apa kelebihannya sehingga layak mendapatkan mahkota semacam itu, mahkota yang sangat berbeda jauh harganya dengan lambang kebanggaan presiden yang tergantung di bajunya.

Sehingga….

Allah SWT pun berkata,

“Wahai sekalian manusia, Aku berikan mahkota ini, khusus bagi mereka yang memiliki anak dan anak tersebut menjadi keluargaKu dengan menghafal Al qur’an. Mereka menjaga kitabku, menjaga sumber utama dari agama yang aku ridhoi, mereka rela mengorbankan waktu mereka didunia dan meninggalkan kesenangan- kesenangan yang ada didalamnya, demi mendapatkan kebahagiaan diakhirat. Sekaranglah aku menepati janjiku kepada mereka.

Ayyuhal ikhwah!
Birrul walidain yang sehebat apa selain penghargaan ini? Ternyata, pengabdian kita bukan hanya di dunia saja terhadap orang tua, tetapi di akhirat juga.Dan sungguh, tidak ada yang lebih membahagiakan orang tua, selain membantu mereka melangkahkan kakinya kesurga.Berbahagialah orang yang hafal al qur’an, dan yang belum hafal namun terus mencoba untuk menghafalnya,

Mari bersama-sama kita coba untuk menghafal al quran, sehingga kita bisa menjadi keluarga Allah SWT. Jangan pernah bosan, jangan pernah putus asa, teruslah berusaha, dan terus berjuang, ingatlah, Allah tidak pernah mengingkari janjiNya. Man jadda wa jadda..wallahu’alam.

Muhammad Ikhwan
Penulis adalah seorang Mahasiswa yang hafidz 25 juz Al Qur’an beliau saat ini sedang kuliah MAHAD An Nuaemy Kebayoran Lama Jakarta Selatan. Penulis juga aktif di KAMMI komisairat Djuanda sebagai staff ahli di Departemen Humas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s