Aktivis Mahasiswa Militant Idealis Garis Keras

gal928447861Pasca reformasi 1998 mahasiswa dan gerakannya sampai pada hari ini mengalami penurunan drastis dan semakin layu tidak berkembang. Pragmatisme ditubuh gerakan mahasiswa saat ini begitu kuat dan mengakar. Ditambah cengkraman partai politik yang berafiliasi kuat dengan gerakan mahasiswa pada memhari ini membuat dunia gerakan mahasiswa mengalami degradasi daya kritis, idealis dan idiologisnya.

Lihat saja fenomena yang ada pada hari ini, dimana turun kejalannya mahasiswa dalam berdemonstrasi sudah tidak lagi dianggap heroik oleh masyarakat. Kebodohan gerakan mahasiswa hari ini adalah ketidak mampuan mereka dalam menjaga kredo dan paradigma juga integritas gerakannya untuk menjaga nilai-nilai ketulusan dan keluhuran tindakan yang didasari atas nurani.

Aksi mahasiswa begitu banyak ditunggangi kepentingan politik partai tertentu. Gerakan mahasiswa banyak dimanfaatkan pada momen-momen pemilu dan pilkada. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap netralitas dan independensi mahasiswa dalam menyikapi isu politik nasional semakin berkurang. Budaya malas belajar semakin menjadi tradisi dan menjadi mainstream dalam kesehariannya.

Gerakan mahasiswa pada hari ini hanya mampu sekedar untuk eksis saja namun inkonsistensi dalam menyuarakan aspirasi dan mengawal isu-isu nasional. Mahasiswa-mahasiswa yang aktif didunia gerakan mahasiswa-pun jauh dari sosok-sosok idealis-idiologis, berjiawa militan kritis dan bergerak dinamis. Mereka banyak bersikap pragmatis, mau bekerja jika ada uang dan apatis terhadap isu nasional. Kita semakin jarang melihat mahasiswa yang upgrading oriented tapi kita banyak melihat mahasiswa yang study oriented meskipun mereka aktif digerakan mahasiswa.

Banyak mahasiswa yang aktif digerakan mahasiswa tapi bersikap dogmatis bukan pembelajar. Sehingga potensi maksimal mereka yang berstatus mahasiswa kaum intelektual muda tidak terlihat sebagai cikal bakal generasi perubahan negeri ini. Jika dibandingkan dulu dengan sekarang maka akan kita lihat sesuatu yang hilang pada diri aktivis gerakan mahasiswa hari ini yaitu idealisme mereka sebagai mahasiswa. Dulu kita akan banyak melihat aktivis-aktivis yang dalam seminggu tidak pulang kerumah mereka sibuk kajian, berdiskusi dan mengikuti pelatihan-pelatihan.

Mereka menyibukkan hari-harinya dengan membaca, berdikusi, mengikuti pelatihan untuk mengupgrade diri membangun mental dan melejitkan potensi. kita juga akan banyak melihat aktivis-aktivis yang tidak takut di drop out oleh pihak kampus karena berani kritis terhadap kebijakan kampus. Tapi pada hari ini bisa kita lihat, banyak aktivis yang hari ini sibuk memikirkan IPK. Nampaknya mental pejuang sudah terbuang yang ada mental pecundang.

Ketika militansi sudah menghilang, ketika tradisi intelektual seperti membaca, menulis dan berdiskusi tidak dijadikan sebagai mainsteram gerakan. Maka bisa dipastikan para aktivis mahasiswa yang aktif diorganisasi-organisasi mahasiswa seperti KAMMI, GMNI, PMII, HMI dan sebaginya hanya akan menjadi individu-individu kerdil dan hanya sekedar eksis saja tanpa ada pemaknaan dan kebanggaan sebagai aktivis gerakan mahasiswa. Mari kita menjadi aktivis mahasiswa militan idealis garis keras.

abdul hajad
aktivis kammi djuanda

Dauroh Marhalah 1 KAMMI Djuanda “Pelatihan Kepemimpinan Kader Bangsa”

1382406_704521309575475_7531800_nDauroh Marhalah 1, NLT dan Pelatihan Kepemimpinan Kader Bangsa me perupakan pelatihan kader kepemimpinan nasional yang diadakan rutin setiap periode semester oleh KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim indonesia). KAMMI adalah sebuah gerakan mahasiswa extra kampus yang bergerak dalam bidang intelektual keislaman dan kepemimpinan muda. DM 1, NLT dan PKKB telah banyak melahirkan kader bangsa yang menjadi tokoh nasional dan telah memimpin Indonesia pada saat ini. KAMMI sendiri adalah bagian dari aktor reformasi 1998.

Silahkan yang mau gabung akh-ukh, bro-sis, cang-cing, nyak-babeh..
Dauroh Marhalah 1 KAMMI Djuanda “Pelatihan Kepemimpinan Kader Bangsa”

Insya Allah akan diadakan :
hari : Jumat-Minggu 18-20 Oktober 2013
waktu : 08.00-selesai
tempat : Sekolah Alam Bintaro Tangerang Selatan
Infak : Rp 20.000

Tema :
“Revitalisasi Peran Pemuda dalam Menyongsong Kepemimpinan Indonesia Berkarakter Islami”

Ikrar mahasiswa idealis garis keras garda pemuda masa depan Indonesia..
kami bukan mahasiswa apatis…
kami bukan mahasiswa kupu-kupu…
kami bukan mahasiswa hedonis…
kami bukan mahasiswa dogmatis
tapi kami adalah mahasiswa idealis yang berjiawa kritis dan berparadigma dinamis karena kami adalah intelektual muda islamis..

 

wahai pemuda !!! silahkan anda jawab dengan lantang…
anda ingin menjadi pecundang atau pejuang?
anda ingin menjadi bajingan yang tertidur pulas ketika ada rintihan dan jeritan kelaparan dari rakyat negeri ini atau pahlawan yang rela berjuang untuk menyuarakan kebenaran meskipun anda akan dikucilkan, diintimidasi dan dimusuhi begundal perampok berdasi negeri ini?
anda ingin jadi mahasiswa kuper atau mahasiswa intelek?
anda ingin menjadi pemuda apatis-hedonis atau idealis-idiologis?

Komentar para peserta yang pernah mengikuti Dauroh Marhalah 1 :

“Pemuda atau mahasiswa adalah pilar-pilar kebangkitan sebuah bangsa, jika para pemudanya berkualitas maka akan jaya bangsa tersebut. Mahasiswa sebagai agent of change sudah sepatutnya menyadari peran mereka dimasa depan. Mengupgrade diri dan melejitkan potesnsi adalah kewajiban mahasiswa hari ini agar bisa memimpin Indonesia dimasa depan, sebagai aktor pejuang bukan pecundang yang hanya menonton. Negeri ini akan jaya jika dipimpin para pemuda berlebel “great personal” yaitu pemuda yang mensinergikan 3 unsur elemen kekuatan intelektual, moral dan spiritual. Hanya di KAMMI satu-satunya gerakan mahasiswa yang mensinergikan ketiga unsur tersebut”.

(Abdul Hajad / peserta Dauroh Marhalah 1 KAMMI Djuanda 2012)

 

Muktamar KAMMI VIII : Menantikan Kepemimpinan Progressif

imageskk

Muktamar KAMMI Ke-VIII

Hari ini tepat Kamis tanggal 30 Mei 2013 Muktamar KAMMI Ke-VIII akan berlangsung hingga 5 Juni 2013 bertempat di Universitas Terbuka Kota Tangerang Selatan. Agenda ini akan dihadiri delegasi pengurus seluruh wilayah di Indonesia dari sabang sampai merauke, dari timur ke barat, dari Jakarta hingga Irian Jaya. Agenda yang sempat diundur dan ditunda waktu dan tempatnya ini memang menjadi agenda akbar KAMMI yang rutin diadakan 2 tahun sekali sebagai ajang pemilihan pemimpin dan pembentukan struktur baru pegurus pusat.

Susana menjelang muktamar beberapa hari belakangan sangat panas dimana digroup pengurus KAMMI Se-Indonesia terjadi adu argument, perdebatan dan perang dialektika begitu ramai. Dari kritikan, ajakan dan himbauan, ide-ide gagasan yang membangun, harapan, opini, cacian hingga makian yang anarkis terlontarkan dari para kader kammi lewat statmentn-statmenya digroup.  Dari cara pandang organisasi tentu dinamika seperti itu hal yang wajar  dan normatif saja.

Sebagai kader baru di KAMMI, saya hanya mengamati dan mencoba memfilter dari apa yang saya dapatkan dan temui dilapangan tentang kondisi KAMMI pada hari ini. Sebagai orang baru diorganisasi besar seperti KAMMI, tentu saya harus mengetahui sejarah dan latar belakangan sepak terjang KAMMI selama ini sebelum memberikan statment agar tidak membuat susana semakin keruh. Lebih baik diam dari pada berbicara tapi salah mungkin itu sangat pas untuk saya.

Dengan begitu setiap statment yang keluar dari seorang kader kammi apalagi yang masih baru seperti saya tidak salah kaprah. Sebab Statment yang terlontar tentunya harus bisa dibuktikan dengan fakta dan juga dapat dipertanggung jawabkan secara organisasi. Namun melalui tulisan singkat ini saya akan mencoba menuangkan harapan saya untuk KAMMI kedepannya.  Bagi saya timing yang ada saat ini sangat pas yaitu bertepatan dengan Muktamar KAMMI Ke-VIII dimana dalam muktamar ini akan menetukan sepak terjang KAMMI 2 tahun kedepan.

Transformasi yang selama ini ada di KAMMI sudah sangat luar biasa dari konsep gerakan dan prinsip yang jadi slogan perjuangan jika kita lihat dari awal kemunculan KAMMI hingga pada hari ini. Dari oposisi kebthilan ke muslim negarawan dari dakwah jalanan ke dakwah parlemen sudah membuat KAMMI pada hari ini sangat kuat posisinya ditubuh gerakan mahasiswa. KAMMI juga berhasil melahirkan tokoh-tokoh muda yang energik dengan gagasan-gagasan progressif konsep bernegarawan sebut saja Fahri Hamzah dan Andi Rahmat.

Dengan usianya yang masih seumur jagung baru menginjak usia ke-15 tahun belum lama ini. Dibandingkan dengan gerakan mahasiswa lain seperti HMI, GMNI, PMII dan lainnya tentu KAMMI tidak ada apa-apanya. Namun secara gerakan KAMMI sangat diakui eksistensinya secara historis dan idiologisnya dan mempunyai ciri dan identitas tersendiri. Dengan idiologi perjuangan yang jelas dan memiliki manhaj pergerakan yang jelas KAMMI menjadi fenomenal dalam setiap diskusi sejarah  gerakan mahasiswa.

Saya berharap agenda muktamar ini bisa dijadikan sarana perbaikan dari tingkat hulu dan hilir ditubuh KAMMI. Jangan sampai agenda ini hanya sebagia ajang beradu dialektika dan mengumbar retorika, ataupun agenda rutin ritual 2 tahunan proses pergantian strutur dan kepemimpinan saja di tubuh KAMMI dengan memilih seseorang yang akan memimpin KAMMI 2 tahun kedepan. Tentu sebagai kader kita tidak menginginkan itu terjadi.

Saya juga berharap agenda muktamar ini bisa menghasilkan terbentuknya struktur kepemimpinan yang kuat dan progressif di tubuh pengurus pusat. Sehingga memiliki bargning yang kuat dan melahirkan ketokohan yang  bisa menjadi teladan seluruh pengurus baik tingkat wilayah, daerah dan komisariat. Kepengurusan pusat yang rajin blusukan kesetiap komisariat yang ada di seluruh Indonesia bukan hanya ke daerah saja. Kepemimpinan yang kuat akan pembangunan kesolidian diinternal pengurus yang harmonis dan dinamis.

Saya melihat problematika ditubuh KAMMI sangat kompleks, dari independensi gerakannya, kwalitas  para kadernya, intensitas gerakannya dan kerapihan manajerial struktur organisasinya  semua masih rapuh dan terabaikan. Dan setiap wilayah, daerah dan komisariat memiliki problematika yang berbeda-beda. Tentunya dibutuhkan kepemimpinan progressif untuk meminimalisai problematika yang ada. Minimal semua harus dibangun dari dasar kefahaman tentang manhaj gerakan KAMMI. Pembangunan sdm (kader-kader) KAMMI tentu menjadi prioritasnya, jangan sampai KAMMI hanya bisa merekrut tanpa bisa membina.

Masa depan KAMMI bukan ditentukan oleh satu orang saja. Sebab kerja organisasi adalah kerja kolektif bukan individualistik. Sehebat apapun orang tersebut dan siapapun nanti yang memimpin KAMMI jika tdk mampu membangun kepemimpinan yang kuat dan struktur pengurus yang tangguh dan progressif saya yakin perubahan yang dinantikan banyak kader KAMMI tdk akan pernah terealisasi. Saya yakin wajah pengurus pusat bisa terlihat ditingkat komisariat dan daerah bagaimana kondisinya pada hari ini. Kwalitas kadernya, intensitas gerakannya dan juga kerapihan manajerial struktur organisasinya. Salam muslim negarawan.

Oleh : Abdul Hajad
Dept. Humas KAMMI Komisariat Djuanda

Baksos “Pengobatan Gratis Dan Santunan Anak Yatim” KAMMI Djuanda

??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

(Djuanda News).-Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Djuanda Tangerang Selatan melaksanakan agenda bakti sosial (Baksos) untuk yang kedua kalinya dengan tema “menuju masyarakat sehat jasmani dan rohani” pada hari kamis tanggal 09 Mei 2013 bertempat di Mushollah Al Ithihad Rt.06/07 Kelurahan Rempoa Kecamatan Ciputat Timur Tangerang Selatan.

Agenda Baksos ini terselenggara berkat kerja sama antara KAMMI Djuanda dengan  ZIS Indosat, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, DKM Mushollah Al Ithihad, Dinkes Tangsel dan HPA Indonesia. Agenda dimulai pada pukul 08.00 WIB ini diawali dengan penampilan marawis dari remaja musholah al ithihad, pembacaan doa pembuka dan sambutan oleh ketua umum KAMMI Djuanda Akh.M.Nur Fadillah dan dilanjutkan ketua DKM Mushollah setempat.

Dalam sambutannya Akh M. Nur Fadillah dengan lantang mengatakan bahwa KAMMI setiap aksi-aksinya selalu aksi yang positif, aksi KAMMI tidak hanya berdemonstrasi saja tapi ini (baksos) juga bagian aksi KAMMI yang perlu diketahui masyarakat banyak agar image yang terbangun selama ini bisa dinetralisir yaitu KAMMI mengabdi pada masyarakat sesuai fungsi mahasiswa sebagai agent of change dan seirama dengan tri dharma perguruan tinggi point ketiga.

Dalam Agenda baksos ini tidak hanya pengobatan gratis saja tapi ada juga santunan kepada 5 anak yatim piatu berupa perlengkapan sekolah dan uang saku. Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan secara cuma-cuma adalah seperti pemberian obat secara gratis, PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk anak-anak usia 4-5 tahun, pelayanan pemeriksaan cek gula darah dan asam urat dan cek tensi darah, ada juga pelayanan bekam, dan konsultasi kesehatan umum.

Antusiasme masyarakat sekitar khususnya warga Rt.06/07 Kelurahan Rempoa Tangerang Selatan cukup tinggi dimana dalam agenda Baksos ini dihadiri banyak warga yang berbondong-bondong datang memeriksa dan berkonsultasi mengenai kesehatan baik anak-anak, remaja dan juga orang tua. Acara selesai pada pukul 11.45 WIB, dimana acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjamaah.

Oleh : Abdul Hajad
Dept. Humas ( Media, Opini, Aksi Dan Propaganda) KAMMI Djuanda

Ukhuwah Day “Rujak Party Ala KAMMI Djuanda”

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA(Djuanda News). -KAMMI Komisariat Djuanda Tangerang Selatan pada hari kamis 09 Mei 2013 mengadakan acara ukhuwah day dengan tema “with solidarity, equality dan unity we strong”. Acara yang berlangsung pada pukul 14.30 Wib di Taman Situ Gintung Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan ini dihadiri 16 kader pengurus. Acara ini berjalan seru dan sangat menarik, tawa dan canda para pengurus menghiasi dari awal hingga akhir pada acara ini.

Acara diawali tilawah al quran oleh Akh Muhammad Nafi dan dilanjutkan dengan taujih dari Bang Arafat selaku Bimsat Pengurus Kamda Tangsel, beliau menyampaikan tentang tema “indahnya ukhuwah dalam dakwah”. Beliau menekankan pentingnya pendekatan secara kultural yang intens pada setiap personil pengurus bukan hanya pendekatan secara struktural saja untuk membangun kesamaan visi dan misi organisasi.

Acara dipending pada saat adzan ashar setelah itu dilanjutkan dengan rujak party setelah sholat ashar berjamaah, sambal yang pedas menghantam lidah para pengurus. Acara dilanjutkan dengan lomba cerdas cermat antar departemen, lomba berjalan sangat dinamis setiap departemen berkompetisi menjawab setiap pertanyaan. Lomba ini akhirnya dimenangkan oleh departemen kemuslimahan karena mengumpulkan nilai terbanyak.

Acara diakhiri dengan pemberian hadiah secara simbolik kepada pemenang dan penutup doa rabithah. Ukh Ana Nurul Jannah selaku panitia acara mengatakan organisasi tidak hanya sebuah lembaga (wadah) saja, namun dari organisasi terbentuklah kerjasama, sikap saling mengenal dan memahami, sehingga terbentuk kesatuan dan persatuan antar pengurus.

Agenda ini memang difokuskan pada titik tekan terbangunnya kebersamaan, kesatuan dan kepeduliaan antar pengurus sehingga tidak ada lagi faksi-faksi ditubuh internal pengurus. Semoga dengan demikian kepengurusan KAMMI Djuanda kedepannya bisa lebih massif dan progressif dalam merencanakan kerja-kerja dakwahnya.

Oleh : Abdul Hajad
Dept.Humas (Media, Opini, Aksi Dan Propaganda) KAMMI Djuanda

Agenda Kajian Intelektual “Independensi Gerakan KAMMI”

foto13441  534194_560976503932610_1889440513_n

(Djuanda News) -Departemen Kastrat KAMMI Komisariat Djuanda Tangerang Selatan telah mengadakan agenda kajian intelektual gerakan KAMMI dengan tema “Menjaga Independensi KAMMI Sebagai Gerakan Mahasiswa” pada hari Jumat 03 Mei 2013 pukul 16.00 Wib-selesai disekretariat KAMMI Djuanda Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta dan dihadiri 15 kader pengurus internal ikhwan dan akhwat. Adapaun latar belakang diadakannya kajian ini adalah untuk menetralisir stigmatisasi yang berkembang berdasarkan fakta dilapangan dimana banyak ditemui isu-isu yang mengaitkan KAMMI dengan PKS.

Dalam kajian ini sebagai pemateri adalah bang Muhammad Aulia Syifa selaku bimsat Kamda Tangsel dan Koordinator Imatas, beliau juga mantan Ketum KAMMI Djuanda 2011-2012 dan sudah cukup lama berkecimpung didunia ke-KAMMI-an. Beliau menekankan bahwasannya KAMMI secara konstitusi organisasi bebas intervensi dari partai politik manapun dan tidak memiliki afiliasi kepartai manapun. Beliau juga menjelaskan secara gamblang dalam anggaran dasar pasal 5 tentang sifat organisasi KAMMI yakni “organisasi ini bersifat terbuka dan independen” juga dalam kredo gerakannya “KAMMI adalah orang-orang yang berfikir dan berkehendak merdeka”.

Jadi secara interpretasi KAMMI dan PKS tidak ada keterikatan sama sekali dan sangat jauh berbeda juga tidak ada relevansinya dalam setiap gerakannya. Sebab KAMMI bisa bekerja sama dengan partai politik manapun dan tanpa intervensi dari partai manapun. KAMMI juga memiliki konstitusi tersendiri dan PKS pun demikian. Bahkan jika ada yang mengaitkan KAMMI sebagai underbowl PKS maka harus ada klarifikasi yang keras menolaknya sebab secara fakta sejarah dimana antara KAMMI dan PKS maka KAMMI-lah yang lebih awal berdiri.

Namun beliau tidak menafikkan kondisi kader-kader KAMMI pada hari ini yang tidak mampu menjaga batasan antara kerja organisasi dengan kerja partai dalam penyikapan isu-isu politiknya. Dimana banyak dilihat kader KAMMI yang aktif di PKS tidak mampu menjaga independensi gerakannya. Maka dari itu beliau menyarankan kepada seluruh kader KAMMI untuk bisa memposisikan diri secara proposional dan profeisonal dalam bersikap dan bertindak demi menjaga integritas dan kredibilitas KAMMI sebagai gerakan mahasiswa.

Akh Farid Salman selaku Kadep. Kastrat mengakui banyak kondisi yang ironi dalam tubuh KAMMI pada hari ini dimana KAMMI seakan-akan tidak pernah lepas dari stigmatisasi embel-embel partai. Beliau menjelaskan kajian ini memang diperuntukkan untuk internal pengurus demi memahamkan kefahaman akan netralitas gerakan KAMMI dalam setiap aksinya, tanpa intervensi dan tanpa pragmatisme terlibat politik praktis. Mengingat menyongsong tahun politik 2014 yang sebentar lagi maka kajian ini dirasa sangat penting diadakan untuk membentengi gerakan KAMMI dari cengkraman partai politik manapun ujarnya.

Oleh : Abdul hajad
Dept. Humas KAMMI Djuanda

Pena Pemberontak Part.1 : SBY Penghianat Rakyat!

imagesTerpilihnya presiden sby sebagai ketua umum partai demokrat belum lama ini tentunya mengagetkan banyak kalangan. Dari akademisi hingga rakyat kecil, dari kafe dan restoran elite hingga warung kopi banyak mendiskusikan hal ini. Dari rakyat biasa hingga elit pejabat negeri ini sibuk membahas berita ini. dari mahasiswa hingga ibu rumah tangga pun ikut meramaikan berita terpilihnya sby sebagai ketum partai demokrat. Yang memang menurut saya akan selalu menarik dan sangat asyik didiskusikan hingga pada hari ini. Lantas ada yang salahkah?

Ya saya katakan ada, dalam hal ini rakyat dan partai demokrat tidak bisa disalahkan, tapi sby-lah yang wajib disalahkan karena tidak mampu bertindak tegas. Sby malah bersedia dipilih sebagai ketum partai demokrat, harusnya sby bisa bertindak tegas dengan menolaknya. Terpilihnya presiden SBY sebagai ketum partai demokrat dalam Kongres luar biasa (KLB) partai demokrat belum lama ini di Bali  memang menjadi pemberitaan utama dimedia-media baik dimedia elektronik seperti televisi, radio dan juga media cetak (koran). Para pengamatpun saling berasumsi dan memberikan opini, ada yang mengkritisi, mendukung dan ada juga yang netral menanggapi isu ini.

Dan rakyat sebagai civil society tentu menjadikan berita ini sebagai tranding topick dalam setiap harinya sebab isu ini sangat menarik untuk dibahas. Bukan partai demokrat yang seksi dalam isu ini sebenarnya, tapi sby-lah yang seksi yaitu statusnya sebagai orang nomor satu direpublik ini tentu sangat mengagetkan banyak kalangan kenapa bisa sby yang terpilih sebagai ketum partai demokrat. Tentunya tidak pantas jika seorang presiden rangkap jabatan sebagai ketum partai apapun argumentasinya. Sebab pilpres dan pemilu 2014 masih cukup lama masih satu setengah tahun lagi, sby harusnya fokus mengurusi negara bukan malah sibuk mengurusi partai.

Menurunnya elektabilitas partai demokrat yang signifikan dalam survei-survei yang dilakukan lembaga survei nampaknya menjadi hal yang menggangu tidur sby setiap malamnya. Ditambah mungkin saja laporan-laporan dari anak buahnya di partai demokrat tentang kondisi internal partai yang kritis membuat sby harus turun tangan. Sebagai majelis tinggi partai itu wajar saja jika sby juga ikut membantu menyelesaikan permasalahan partainya. Mengingat sby sebagai founding father (pendiri) partai demokrat. Namun yang harus kita kritisi bersama adalah kenapa harus sby yang menjadi ketum partai demokrat.

Jika hanya sekedar membantu partai demokrat untuk keluar dari krisis berkepanjangan mungkin masyarakat akan memahami. Akan tetapi jika sby yang dipilih untuk memimpin partai demokrat dan yang sangat disayangkan lagi sby bersedia, tentu ini akan sangat menyakiti hati rakyat. Sebab sby tidak akan bisa fokus, negeri ini masih dibelit banyak persoalan dari tingkat kemiskinan yang masih tinggi, kesenjangan sosial, korupsi, ketidakadilan hukum dan sebagainya jika disebutkan satu persatu tentu tidak akan muat dalam tulisan singkat ini.

Bukankah sby sendiri pernah mengatakan kepada menteri-menterinya untuk fokus mengurus negara bukan partai. Tapi kenapa sby seakan menjilat ludahnya sendiri, inilah yang sangat disayangkan banyak kalangan terutama dikalangan para pengamat politik dan ditubuh gerakan mahasiswa. Karena tidak pantas seorang pemimpin negara yang harusnya fokus bekerja untuk rakyatnya malah sebaliknya sibuk bekerja untuk partainya. Sama saja sby menghianati rakyat demi partai demokrat. Sungguh ironi!

Dengan alasan dan argumentasi apapun bagi saya selaku mahasiswa tidak pantas jika seorang presiden masih sibuk mengurusi partainya selagi dia masih menjabat sebagai pemimpin negara. Harusnya sby melepaskan baju kepartaiannya dan mengganti bajunya dengan baju rakyat Indonesia, karena Sby adalah milik rakyat bukan partai demokrat. Apapun dan siapapun orang itu jika dia dipilih rakyat melalui mekanisme yang formal dalam negeri ini yaitu sistem pemilu maka dia harus melepaskan embel-embel partainya, mengindependenkan dirinya, dan bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali bukan segelintir orang dipartainya. Sby milik rakyat bukan partai demokrat itu yang harus kita tegaskan bersama!

Namun nasi sudah menjadi bubur, sby telah mengambil keputusannya, dia bersedia dipilih sbg ketum partai demokrat. Kita bisa melihatnya sendiri, jadi sudah jelas beginilah kualitas seorang pemimpin dinegeri ini seperti apa. Rakyat haru kritis dalam hal ini tentu rakyat yang paling drugikan dalam hal ini sebab rakyat yang jadi korban terbesar efeknya nanti. Isu kenaikan BBM belakangan ini menjadi bukti nyata sby tidak lagi berpihak untuk rakyat. Penghianatan sby kepada rakyat sangat jelas dalam isu kenaikan BBM ini. Gerakan mahasiswa harusnya bisa mengangkat isu ini lebih massif dan progressif untuk menyuarakan penolakan terhadap isu ini.

oleh : abdul hajad
departemen humas kammi komisariat djuanda 2013-2014